Featured Post Today
print this page
Latest Post

Berakhlak Dalam Media Sosial


Oleh: Cecep Supriadi

Islam adalah agama syamil yang mengatur umat manusia untuk menjalani kehidupan di dunia ini. Aturan-aturan Islam berlaku sepanjang zaman. Yang meluputi aqidah, syariah, mu’amalah, siyasah, dan terutama akhlak.

Akhlak merupakan unsur terpenting dyang harus dimiliki oleh seorang muslim. Muslim yang baik tentu akan berakhlak baik. Tidak menyakiti orang lain, tidak mengganggu ketertiban umum, tidak menimbulkan isu, dan mampu memberikan kenyamanan terhadap orang lain. Akhlak harus terus dibiasakan baik ketika bertemu ataupun lewat media yang lain.

Kemajuan teknologi saat ini, memberikan cara baru dalam berinteraksi dengan orang lain tanpa terbatas jarak dan waktu. Perkembangan zaman membuat seseorang tanpa harus bersusah payah untuk menyambung silaturahmi. Salah satunya dengan media sosial. Media sosial memudahkan seseorang untuk berinteraksi dengan orang lain.

Media sosial ternyata tidak saja digunakan untuk menyambung silaturahmi. Namun, bisa lebih dari sekedar itu. Media sosial dapat digunakan untuk media jual beli, promosi, bahkan sampai kampanye. Semua dapat dilakukan.

Namun, yang disayangkan saat ini. Terjadi penyalahgunaan media sosial tersebut. Adanya penipuan, mengguncing orang lain, menghina, bahkan penculikan dan pemerkosaan. Semua bisa terjadi dengan media sosial.

Pengertian Akhlak dan Ruang Lingkupnya

Akhlak secara bahasa berasal dari bahasa arab akhlaqa-yukhliqu-ikhlaqan jamak khuluqun yang memiliki arti perangai (al-sajiyah), kebiasaan (al-’adat), budi pekerti, tingkah laku atau tabiat (ath-thabi’ah), perbuatan yang baik (al-muru’ah), dan agama (ad-din).

Secara istilah, Akhlak adalah suatu istilah agama yang dipakai menilai perbuatan manusia apakah itu baik, atau buruk. Ibnu Maskawaih menyebutkan bahwa akhlak yaitu keadaan jiwa yang mendorong atau mengajak melakukan sesuatu perbuatan tanpa melalui proses berpikir, dan pertimbangan terlebih dahulu. Sedangkan menurut Ahmad Amin, akhlak yaitu sifat-sifat yang berurat berakar dalam diri manusia, serta berdasarkan dorongan dan pertimbangan sifat tersebut,  dapat dikatakan bahwa perbuatan tersebut baik atau buruknya dalam pandangan manusia.[1]

Akhlak itu diharus sudah dilakukan dengan sering atau terbiasa, jika hanya dilakukan satu atau dua kali itu tidak dapat dikatakan akhlak.Aristoteles menguatkan bentukan akhlak dari adat dan kebiasaan yang baik, yakni dalam membentuk akhlak yang baik dan terus-menerus. Sebagaiman pohon dengan buahnya, demikian juga akhlak yang baik akan diketahui dengan perbuatannya.[2]

Dari definisi tersebut, akhlak meupakan dorongan jiwa yang melahirkan perbuatan manusia yang berasal dari kekuatan batin yang dimiliki oleh setiap manusia, yaitu : Tabiat (pembawaan); yaitu suatu dorongan jiwa yang tidak dipengaruhi oleh lingkungan manusia, tetapi disebabkan oleh naluri (gharizah) dan faktor warisan sifat-sifat dari orang tuanya.

Akal pikiran; yaitu dorongan jiwa yang dipengaruhi oleh lingkungan manusia setelah melihat sesuatu, mendengarkanya, merasakan serta merabanya. Alat kejiwan ini hanya dapat menilai sesuatu yang lahir (yang nyata).

Hati nurani; yaitu dorongan jiwa yang hanya berpengaruh oleh alat kejiwaan yang dapat menilai hal-hal yang sifatnya absrak (yang batin) karena dorongan ini mendapatkan keterangan (ilham) dari Allah swt.[3]

Dilihat dari sifatnya, akhlak terbagi menjadi dua bagian. Pertama, akhlak terpuji (akhlaqqul karimah). Yaitu, tindakan yang memberikan banyak manfaat, baik untuk dirinya sendiri ataupun untuk orang lain. Tidak merugikan orang lain dan tidak mngganggu kenyamana orang lain. Kedua, akhlak tercela (akhlakul madzmumah). Yaitu, perilaku yang dikatakan buruk dan membuat orang tidak senang karena tidak sesuai dengan yang diharapkan dan juga bernilai negative.[4]

Ketika ada orang yang berakhlak dengan akhlak yang madzmumah maka ia akan mendapat celaan dari orang-orang disekelilingnya atau berbuat hal yang tidak menyenangkan. Ketika hal itu dilakukan untuk Allah maka, Allah swt akan memberikan ganjaran yang setimpal dengan apa yang sudah dilakukannya. Begitu juga sebaliknya, jika setiap muslim senantiasa berakhlak terpuji. Maka, akan mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat sebagai balasa atas kebaikan akhlaknya terhadap orang lain.

Dalam beberapa dekade belakangan kita seringkali mendengar kata social media atau media sosial atau jejaring sosial. Media sosial adalah salah satu perkembangan teknologi yang memiliki andil besar dalam memberikan kemudahan bagi manusia untuk berkomunikasi dan bersosialisasi.[5]  Beberapa karakter dari media sosial antara lain :
  1. Adanya partisipasi
  2. Adanya keterbukaan
  3. Adanya percakapan
  4. Adanya komunitas
  5. Adanya Koneksi

Secara umum, media sosail dibagi atas enam kelompok besar
  1. Jejaring sosial. Jejaring sosial membuka kesempatan bagi setiap orang untuk membangun akun sendiri dan terhubung dengan orang lain untuk berbagi konten ataupun informasi. Contohnya, My Space, Facebook, dan Bebo
  2. Blog. Blog adalah jurnal online yang digunakan tiap orang untuk berbagi biasanya tulisan, video, foto dan lain-lain.
  3. Wikis. Website ini membuka kesempatan bagi tiap orang untuk menambah konten atau untuk mengedit informasi yang terdapat di dalamnya, dan menjadikan data-data tersebut seperti dokumen bersama. Contohnya, Wikipedia.
  4. Forum. Layanan yang terbuka untuk diskusi secara online, contohnya, kaskus.com
  5. Podcasts, seperti layanan Apple iTunes
  6. Content communities, seperti, Flickr, del.icio.us, dan Youtube.


Berikut ini sedikit fakta menarik yang menunjukkan perkembangan media sosial yang signifikan (Data berdasarkan riset di tahun 2011):
  1. Pengguna Twitter sudah mencapai 175 juta member, meningkat 133% dari tahun 2010 yang berjumlah 75 juta member
  2. Tercatat ada sekitar 95 juta tweet per hari, meningkat 250% dari tahun 2010 yang berjumlah 27 juta tweet per hari
  3. Facebook memiliki 640 juta pengguna aktif. Setengahnya mengakses Facebook setiap hari
  4. Jika Facebook adalah suatu negara maka Facebook akan menjadi negara dengan penduduk terbanyak no. 3
  5.  LinkedIn tercatat sudah memiliki 100 juta pengguna aktif di seluruh dunia



Di era globalisasi yang semakin marak dengan digitalisasi dan sosial media yang bertaburan, perlu disikapi dengan bijaksana dan mengedepankan etika dan moral dalam meggunakan media tersebut. Dalam artian, akhlak terpuji harus bisa huga diimplementasikan dalam menggunakan media tersebut.
Sifat media sosial yang terbuka dan bebas, dapat membuka celah adanya penyalahgunaan. Bagi seorang muslim, tentu wajib mengedepankan akhlak dan menggunakannya sebaik mungkin dalam hal-hal yang baik. Ada beberapa hal yang perlu dihindari oleh setiap muslim dalam menggunakan sosial media, diantaranya:
  1. Menghindari fitnah dengan menuduh atau mengklaim kesalahan orang lain tanpa dasar yang jelas.
  2. Menghindari saling mencela sesama pengguna media.
  3. Menghindari penipuan.
  4. Menghindari penyebaran isu (propaganda)
  5. Dan menghindari gambar/foto yang mengundang syahwat.

Sosial media tentu memiliki manfaat yang sangat banyak, jika digunakan secara benar. Namun, bisa menjadi sesuatu yang membawa mudharat, jika digunakan dengan tidak proporsional.

Dalam menggunakan media sosial seorang muslim harus tetap menjaga akhlak. Menggunakannya untuk kebaikan agar mendapatkan banyak manfaat, bahkan pahala. Media sosial akan menjadi baik jika digunakan oleh orang yang berakhlak baik. Namun, dapat menajadi buruk, jika digunakan oleh orang yang buruk.

Daftar Pustaka
Amin, Ahmad. Etika Ilmu Akhlak. (Jakarta: Bulan Bintang, 1993) Hal 63.
Asmaran. Pengantar Studi Akhlak. (Jakarta: Raga Grafindo, 1994) Hal. 26-26.
Mahjuddin. Akhlak Tasawuf. (Jakarta: Kalam Mulia, 2009) Hal 7
Nata, Abuddin. Akhlak Tasawuf. (Jakarta: Rajawali Press, 2009) Hal. 8
http://id.wikipedia.org/wiki/Media_sosial. diunggah tanggal 25/11/2014 pkl. 14:17.


[1] Mahjuddin. Akhlak Tasawuf. (Jakarta: Kalam Mulia, 2009) Hal 7
[2] Amin, Ahmad. Etika Ilmu Akhlak. (Jakarta: Bulan Bintang, 1993) Hal 63.
[3] Nata, Abuddin. Akhlak Tasawuf. (Jakarta: Rajawali Press, 2009) Hal. 8
[4] Asmaran. Pengantar Studi Akhlak. (Jakarta: Raga Grafindo, 1994) Hal. 26-26.
[5] http://id.wikipedia.org/wiki/Media_sosial. diunggah tanggal 25/11/2014 pkl. 14:17.
0 komentar

KHT ONLINE: MENGENAL ALERGI dan TERAPINYA


Oleh: SUDARMADI, LD-ED
Corporate Herbalist HPAI KHT - ATTIIN

KENALI PENYEBAB ALERGI
Sistem kekebalan tubuh setiap orang berbeda sehingga ada beberapa orang yg sangat sensitif terhadap alergen (faktor pemicu alergi) tertentu, sedangkan sebagian orang yg lain tidak.
Ada dua faktor penyebab, yaitu : GENETIKA dan LINGKUNGAN
  1. Risiko alergi Anda sangat berhubungan dgn SEJARAH alergi orang tua. Jika kedua orang tua tidak mengidap alergi, Anda hanya berisiko 15 persen mengidap alergi. Tapi jika ayah-ibu Anda pengidap alergi, risiko Anda pun bisa lebih dari 60 persen.
  2. Faktor lain adalah lingkungan. Reaksi alergi terjadi jika Anda terkena suatu alergen. Semakin besar & berulang-ulang paparan alergen, maka alergi pun cepat berkembang. Selain itu ada faktor lain yg 'berkomplot' menyebabkan kondisi-kondisi alergi, diantaranya kebiasaan merokok, polusi, infeksi, & hormon. Alergen setiap orang berbeda-beda.


Beberapa alergen yg paling sering ditemukan, yaitu :

  1. TUNGAU dan DEBU RUMAHTungau hidup dari kerak kulit manusia yg terkelupas secara teratur menjadi debu dalam rumah. Tungau suka hidup di tempat hangat & lembap, misalnya kasur, seprai, selimut, bantal, sofa, & lainnya. Tungau ini sangat kecil sehingga memungkinkan melayang-layang di udara. Tungau yg terhirup dapat menyebabkan gejala demam serbuk sari (hay fever) dan asma. Jika terkena kulit, dapat menyebabkan eksem.
  2. RUMPUT dan SERBUK BUNGA (POLEN)Serbuk ini berbentuk butiran kecil yang dibawa oleh serangga dan angin. Jika terkena mata, hidung, atau paru-paru pada orang yang sangat peka, bisa menyebabkan hay fever. 
  3. KULIT, BULU dan LUDAH HEWANHampir semua hewan berbulu dapat menyebabkan alergi. Alergen yg terdapat di kerak kulit, bulu @ ludah hewan dapat bertahan lama & sangat mudah menyebar sehingga dapat menyerang orang yg bukan pemilik hewan tersebut.
  4. MAKANANAlergi makanan muncul dalam berbagai bentuk, dari gejala ringan seperti gatal-gatal & bibir bengkak, hingga ke serangan yg mengancam jiwa. Makanan yg paling umum menimbulkan alergi adalah seafood.
  5. OBAT. Beberapa antibiotik dapat menyebabkan alergi. Biasanya, reaksi alergi tidak timbul pada saat pertama kali obat itu diminum, tapi pada pemakaian berikutnya.

Meski penyebab alergi beragam, hanya ada dua jenis alergi yaitu :
  1. Alergi yg mengganggu pernapasan seperti asma & alergi rinitis (bersin & pilek berulang terutama di pagi hari) serta alergi yg timbul pada kulit, contohnya: Urtikaria (biduran), eksim yg disebabkan antara lain oleh kosmetik atau logam (perhiasan). Reaksi alergi tidak hanya terjadi dalam waktu pendek. Terkadang penderita 'merana' selama bertahun-tahun. Alergi bahkan dapat berkembang menjadi penyakit lain. Contohnya alergi rinitis, selain bersin dan pilek dapat juga berbentuk gatal, kemerahan, & berair pada mata. Jika dibiarkan gangguan ini dapat berkembang menjadi SINUSITIS.
  2. Alergi juga dapat menimbulkan reaksi berat yg disebut anafilaksis. Ini adalah reaksi sistemik yg melibatkan sejumlah sistem tubuh, mulai dari kulit, sistem pernapasan, pencernaan, hingga kardiovaskular. Munculnya anafilaksis tidak dapat diprediksi, sehingga pertolongan harus dilakukan secepat mungkin, karena jika terlambat dapat menyebabkan penderita tidak sadarkan diri atau bahkan meninggal.

SARAN HERBALIS :
###JAGA DAYA TAHAN TUBUH###  
Dengan Mengkonsumsi:  MADU, KURMA, SPIRULINA, SUSU KAMBING


Sangat baik untuk MENINGKAT kan DAYA TAHAN TUBUH

Bila Kondisi MUNCUL PENYAKIT :
  • KOPI RADIX sinergi herba yg sangat BAIK utk MENGATASI ALERGI baik MAKANAN atau OBAT KIMIA
  • SINUS: Konsumsi NOS + MADU + KURMA
  • GATAL GATAL : SUSU KAMBING + MADU + GREEN PALAPA
  • PARU PARU : HABBATUSAUDA GEL + GREEN PALAPA + MADU
  • JANTUNG BERDEBAR : NOS + MADU + Green Palapa

NB: Apabila ada sesuatu yang Muncul segera HUBUNGI HERBALIS HPAI TERDEKAT
Beberapa yang bisa membantu saat Muncul ALERGI : 
AIR KELAPA HIJAU 
KEDELAI ( TEMPE )

Wallahu A'lam.

0 komentar

Metode Pendidikan Dalam Al-Qur’an (Kajian Tafsir Tarbawi QS. An-Nahl 125)


Oleh: Cecep Supriadi

Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam yang otentik dan bersifat final. Diturunkan kepada nabi Muhammad saw. sebagai petunjuk dan pedoman bagi seluruh manusia dalam menjalani kehidupan. Di dalamnya terdapat aturan-aturan yang akan membawa kebaikan bagi siapa yang mengikuti dan berpegang teguh kepadanya. Yang mencangkup seluruh aktivitas ibadah, mu’amalah, dakwah, dan juga pendidikan.
Al-Qur’an telah berhasil mendidik nabi Muhammad beserta para sahabatnya. Menjadikan mereka generasi terbaik. Serta mampu membangun peradaban. Peradaban baru yang menggantikan peradaban lama (Arab sebelum Islam). Yang penuh dengan kejahiliahan, kemusyrikan, dan ketidakadilan.
Berdasarkan fakta sejarah tersebut, sudah menjadi hal yang sangat urgen untuk kembali mengkaji al-Qur’an. Menerapkannya dalam kehidupan sebagai pedoman yang tidak akan menyesatkan. Jika, kita mengharapkan generasi terbaik kembali hari. Maka, mendidik generasi baru dengan metode yang terdapat dalam al-Qur’an menjadi sebuah keharusan.
Banyak dalam al-Qur’an metode pendidikan yang efektif. Salah satunya terdapat dalam surat an-Nah ayat 125:

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah, dan mau’izoh hasanah (pelajaran yang baik) dan jadilhum billati hiya ahsan (bantahlah mereka dengan cara yang baik). Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”.

                Terdapat tiga metode pendidikan dalam ayat ini. Pertama, mendidik dengan al-hikmah. Para ulama tafsir memberikan pengertian hikmah beberapa definisi. Salah satunya penjelasan Sayyid Quthub dalam Fii Zilalil Qur’an, mendidik dengan hikmah adalah menguasai keadaan dan kondisi peserta didik (anak, murid). Mengetahui batasan-batasan materi yang disampaikan sesuai dengan kemampuan akal mereka. Sehingga tidak membingungkan dan memberatkan.
            Kedua, Mendidik dengan mau’izah hasanah. Dengan nasehat yang baik. Nasehat yang mampu membangun kepercayaan diri peserta didik. Penuh dengan kelembutan dan kasih sayang. Menghindari bentakan dan kekerasan. Menjauhi hukuman yang mencederai fisik ataupun batin. Memberikan contoh yang benar. Sebagaimana Nabi memberikan contoh kepada para sahabat. Prof. Ahmad Tafsir mengatakan bahwa anak adalah peniru paling ulung. Dia akan mengikuti apa yang dia lihat baik ataupun buruk. Oleh sebab itu, pendidik (guru, orang tua) harus mampu menjadi teladan mereka.
            Ketiga, Mendidik harus dengan mujadalah billati hiya ahsan, mendebat dengan cara yang baik. Maksudnya, adalah memberikan jawaban terbaik dalam setiap pertanyaan yang diajukan. Sudah fitrah seorang anak adalah memiliki sikap penasaran dan selalu ingin tahu. Karena itu, pendidik harus mampu menjelaskan dengan cara yang baik dan argumentasi yang kuat. Dan mampu memberikan jawaban terhadap rasa penasaran mereka.
            Sudah menjadi fakta sejarah bahwa Nabi berhasil mendidik para sahabat sehingga menjadi generasi terbaik. Maka dari itu, hendaknya para pendidik dapat mengaplikasikan metode pendidikan dalam al-Quran (Surat An-Nahl 125) ini.
0 komentar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Cecep Supriadi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger